RESUME SWITCH NETWORK
RESUME SWITCH NETWORK
Disusun Oleh:
Jason Farellius
17215077
17.4A.25
Pengertian Switch
Switch merupakan salah satu Hardware yang digunakan didalam jaringan komputer yang berfungsi untuk menghubungkan beberapa komputer pada layer protokol jaringan. Switching dapat diartikan sebagai penguat sinyal pada jaringan komputer, sehingga dengan menggunakan perangkat Switch maka komputer akan dapat saling terhubung dengan komputer lain dengan jarak yang cukup jauh. Switch juga dapat digunakan sebagai perangkat untuk melakukan penyaringan (filtering) paket data didalam sebuah jaringan.
Tipe-Tipe Switch
Ada beberapa tipe switch yang dapat digunakan dalam jaringan, masing-masing dengan karakteristik dan fungsionalitas yang berbeda. Berikut beberapa tipe switch yang umum digunakan:
- Unmanaged Switch: Unmanaged switch adalah tipe switch yang paling sederhana. Mereka tidak memiliki kemampuan konfigurasi dan operasi dasarnya bersifat plug-and-play. Mereka biasanya digunakan dalam jaringan kecil atau rumah.
Managed Switch: Managed switch adalah switch yang memiliki kemampuan konfigurasi yang lebih canggih. Mereka memungkinkan administrator jaringan untuk mengatur pengaturan seperti Virtual LAN (VLAN), Quality of Service (QoS), dan keamanan jaringan. Managed switch umumnya digunakan dalam jaringan perusahaan yang lebih besar.
- Layer 2 Switch: Layer 2 switch beroperasi pada lapisan data-link dalam model OSI. Mereka melakukan pengalihan berdasarkan alamat MAC dan cocok untuk jaringan LAN. Mereka biasanya lebih terjangkau dibandingkan dengan Layer 3 switch.
- Layer 3 Switch: Layer 3 switch adalah switch yang juga memiliki kemampuan routing. Mereka dapat mengambil keputusan berdasarkan alamat IP (lapisan jaringan) dan alamat MAC (lapisan data-link) dan digunakan dalam jaringan yang memerlukan routing antar VLAN atau subnet.
- PoE Switch (Power over Ethernet): PoE switch memungkinkan daya elektrik dikirimkan melalui kabel Ethernet yang sama yang digunakan untuk mentransfer data. Ini memudahkan pemasangan perangkat seperti kamera keamanan IP, telepon VoIP, dan akses titik Wi-Fi di lokasi yang sulit dijangkau oleh sumber daya listrik konvensional.
- Stackable Switch: Stackable switch adalah switch yang dapat disusun (stacked) bersama-sama, biasanya melalui koneksi khusus. Hal ini memungkinkan administrator untuk mengelola beberapa switch sebagai satu entitas tunggal, memudahkan manajemen dan memperluas kapasitas jaringan.
- Smart Switch: Smart switch adalah switch yang berada di antara unmanaged switch dan managed switch dalam hal fungsionalitas. Mereka biasanya lebih terjangkau daripada managed switch dan menyediakan beberapa fitur konfigurasi dasar, seperti VLAN dan QoS.
- Enterprise Switch: Enterprise switch adalah switch yang dirancang untuk digunakan dalam jaringan bisnis besar. Mereka biasanya memiliki fitur-fitur canggih seperti kemampuan manajemen yang kuat, keamanan tingkat tinggi, dan keandalan yang tinggi.
- Data Center Switch: Switch di pusat data adalah switch yang sangat kuat dan dirancang khusus untuk digunakan dalam pusat data. Mereka biasanya memiliki throughput yang tinggi, latensi rendah, dan fitur keamanan yang kuat.
- Aggregation Switch: Aggregation switch adalah switch yang digunakan untuk menggabungkan lalu lintas dari beberapa switch atau segmen jaringan ke dalam satu jalur utama.
Setiap tipe switch memiliki kegunaan dan fitur yang berbeda,
dan pemilihan tipe yang sesuai bergantung pada kebutuhan spesifik jaringan
Anda.
Perbandingan Switch dengan HUB
Switch mampu memecah collision domain sedangkan HUB tidak. Dikarenakan setiap port, setiap interface dan setiap koneksi memiliki bandwidth tersendiri. Cara kerja Switch adalah dengan menerima paket data dari suatu port lalu akan melihat MAC (Media Access Control) tujannya dan juga membantu suatu koneksi logika dengan port yang telah terhubung dengan node maupun perangkat tujuan. Sehingga selain port yang dituju tidak dapat menerima paket data yang dikirimkan dan akan mengurangi adanya tabrakan data atau dinamakan dengan collision.
Cisco Bordesless Networks
Sebuah arsitektur jaringan yang memungkinkan sebuah organisasi untuk menghubungkan siapapun, dimanapun, kapanpun, dan pada perangkat apapun dengan aman, handal, dan mulus. Dirancang untuk mengatasi tantangan bisnis, seperti mendukung jaringan terkonvergensi dan mengubah pola kerja berbasis IT. Cisco Bordesless Networks bukanlah solusi statis pada dunia jaringan, tetapi solusi yang terus berkembang untuk membangun IT
Frame Forwarding
Sebuah switch membuat keputusan berdasarkan destination port. Sebuah switch menyimpan tabel MAC Address yang digunakan untuk menentukan bagaimana cara meneruskan lalu lintas melalui switch. Cisco switch melakukan forward frame Ethernet berdasarkan tujuan alamat MAC dari frame. Switch membangun tabel yang disebut MAC address atau isi memori beralamat(CAM) tabel. CAM adalah tipe khusus dari memori yang digunakan dalam aplikasi pencarian kecepatan tinggi. Informasi dalam tabel MAC address digunakan untuk mengirim frame.
Collision Domain
Beroperasi di half duplex pada setiap segmen dalam collision domain sendiri. Beroperasi di full duplex untuk menghilangkan tabrakan. Secara default, akan otomatis bernegosiasi full duplex saat perangkat terhubung.
Broadcast Domain
Switch melakukan broadcast kesemua port yang digunakan.Oleh karena itu, switch tidak melanggar broadcast domain. Semua port pada switch dengan konfigurasi default memiliki domain broadcast yang sama. Jika dua atau lebih switch yang terhubung, broadcast akan diteruskan kesemua port dari semua switch, kecuali untuk port yang menyebarkan broadcast.
Kelebihan dan Kelemahan Switch
Switch memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan dalam konteks penggunaan mereka dalam jaringan. Berikut adalah daftar kelebihan dan kelemahan utama switch:
Kelebihan Switch:
- Kinerja Lebih Baik: Salah satu keunggulan utama switch adalah kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan hub. Switch dapat mengalokasikan jalur yang khusus untuk setiap perangkat, sehingga tidak ada tabrakan lalu lintas data yang dapat menghambat kinerja jaringan.
- Keamanan Lebih Tinggi: Switch dapat memisahkan lalu lintas data antar perangkat dalam jaringan. Ini berarti perangkat tidak secara otomatis dapat melihat data dari perangkat lain, kecuali jika diizinkan. Hal ini meningkatkan keamanan jaringan.
- Manajemen yang Lebih Baik: Managed switch memiliki kemampuan manajemen yang memungkinkan pengguna untuk mengatur dan memantau lalu lintas jaringan dengan lebih baik. Ini berguna untuk memecahkan masalah, mengoptimalkan kinerja, dan mengimplementasikan kebijakan keamanan.
- Segmentasi Jaringan: Dengan VLAN (Virtual LAN), switch memungkinkan segmentasi logis dalam jaringan, memisahkan lalu lintas antar kelompok perangkat. Ini membantu dalam mengelola lalu lintas dan keamanan.
- Quality of Service (QoS): Switch sering memiliki kemampuan untuk mengimplementasikan QoS, yang memungkinkan prioritas diberikan kepada jenis lalu lintas tertentu. Ini bermanfaat dalam jaringan yang mengangkut beragam jenis data, seperti suara dan video.
- Skalabilitas: Anda dapat menambahkan lebih banyak perangkat ke jaringan dengan mudah dengan menambahkan switch tambahan atau memperluas switch yang ada.
Kelemahan Switch:
- Biaya: Managed switch dan switch berkualitas tinggi cenderung lebih mahal dibandingkan dengan hub atau switch unmanaged. Ini bisa menjadi faktor pembatas, terutama dalam lingkungan yang memerlukan banyak switch.
- Konfigurasi yang Rumit: Managed switch memiliki banyak opsi konfigurasi, dan konfigurasi yang salah dapat mengakibatkan masalah jaringan. Administrator jaringan perlu memahami dengan baik cara mengelola dan mengkonfigurasi switch.
- Ketahanan Terhadap Kesalahan: Meskipun switch memiliki kinerja yang baik, mereka tetap memiliki potensi titik kegagalan. Jika satu switch mengalami masalah, lalu lintas data ke sebagian jaringan dapat terganggu.
- Sifatnya yang Kaku: Switch cenderung lebih sulit untuk diubah dan diperluas dibandingkan dengan hub. Ketika Anda ingin menambahkan perangkat atau membuat perubahan dalam jaringan, perlu perencanaan lebih matang.
- Memerlukan Pengetahuan Khusus: Penggunaan switch yang efektif memerlukan pemahaman tentang jaringan dan konfigurasi switch. Ini dapat memerlukan tingkat keahlian yang lebih tinggi.
- Pemilihan antara switch dan perangkat jaringan lainnya seperti hub harus didasarkan pada kebutuhan jaringan, anggaran, dan tingkat kinerja yang diinginkan. Switch adalah pilihan yang umum dalam jaringan modern karena kinerjanya yang baik dan kemampuan untuk mengatur lalu lintas jaringan dengan lebih baik.
Komentar
Posting Komentar